Nowadays Generation

Nowadays Generation ini bukan nama girlband korea kawan-kawan.

Berangkat dari komennya Bebby yang nyuruh buat bikin artikel “anak-anak jaman dulu sama anak jaman adek gua”, makanyalah akikah bikin artikel ini. Pertanyaannya, ‘anak jaman adek gua’ ini maksutnya apa ye?

Nah mungkin maskud si eneng ganteng Bebby ini adalah anak-anak kelahiran 90 kebawah, dengan anak-anak generasi abad 20 ini.

Akikah juga punya adek cuy. Maka sungguhlah aku mengerti betapa memprihatinkannya generasi anak kecil abad inih.

Well, as you know that I’m not good in opening, yuk mari ah capcus~~ cekibrot!

Pertanyaan pertama adalah:

Why kids nowadays grow faster than kids in my generation??

Gue, sebagai kelahiran 1992, entah mengapa merasa bahwa anak-anak jaman sekarang jauh lebih canggih daripada anak-anak jaman-ketika-saya-masih-kecil.

Dan gue merasa jauuuuh lebih ndeso daripada mereka.

Sebagai contohnya adalah:

Adek gue Rio yang kelahiran 1999, jauh lebih handal dalam hal bermain internet, posting-posting di kaskus, donlot-donlot, game online, money trading, joki game dansegabainya.

Adek gue Habib yang kelahiran 2005, sudah mengenal kartun Code Lyoko yang menceritakan “sekelompok anak muda yang hidup direalita kemudian pidah kedunia virtual dan saat terjebak mereka bisa pindah ke masa lalu”. Bingung? Sama akikah juga cyiin~~

Saat gue semur Rio (saat gue tulis posting ini, dia kelas 1 SMP), gue adalah kids going to teenager yang sangat hobi baca komik dan novel. I do like web surfing, dan biasanya gue maenan friendster dan googling gambar-gambar anime di warnet.

Tapi gue jauh lebih cinta sama komik nakayoshi, komik-komik karya Usami Maki, CLAMP dll.

Saat gue seumur Habib (saat gue tulis posting ini, dia kelas 1 SD), gue adalah anak yang sangat hobi menonton Sailor Moon dan Doraemon dan suka menggambar serta hobi bermain sepeda.

Saking cintanya sama Sailor Moon dan dunia hitam penggambaran, dinding rumah dipenuhi dengan masterpiece gue.

Dan kegemaran gue bermain sepeda, membawa jadi pribadi (halah) yang tak mudah menyerah (terbukti dari berapa kalipun gue jatuh dari sepeda, gue tetap suka menggoes sepeda dan merasakan betapa nikmatnya saat angin menerpa tubuh besar gue saat bersepeda).

Oiya, kulit gue jadi item dan banyak lecet disana-sini. Heu. Oiya, gue juga sering diomelin tiap kali gue corat-coret dinding rumah.

 

Nah, temen-temen yang sering ke mall, pernah perhatiin remaja-remaja disana ga??

Well.. I don’t know why, but they’re look more mature than me.

Dengan outfit, hairstyle, dan make up yang agak… terlalu tua menurut gue.

Hem. Ini guenya yang childist dan norak atau mereka yang mature dan stylish??

 

Last but not least, gue harap pemuda Indonesia generasi berikutnya jauh lebih baik dan lebih positif dari generasi saya :’)

This entry was posted in daily, just my opinion and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Nowadays Generation

  1. kaichiisumire says:

    Another nice story tapi menurut aku sih, hal itu tentatif. Belum bisa digeneralisasikan. Soalnya aku sama adikku yang beda 4 tahun, malah aku yang lebih into ke dunia digital, gadget & technology (walau secipil). Tergantung kepada siapa mereka sering bergaul, di lingkungan seperti apa mereka tinggal dan bagaimana personal mindset mereka dalam proses berinteraksi. Tapi memang mayoritas sih, habit kita sama adik2 kita emang beda jauh, apalagi yang kebanyakan tinggal di kota.

    Keep writing, Mels! (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s